Read Me...!!!

Selamat Datang Bagi Pengunjung Blog Kita Bersama, Semoga Apa Yang Anda Baca Bermafaat Dan Jangan Lupa untuk Menjadi Follower dan Kenalan Dengan ADMIN Blog Ini yaaa...!!! ^_^

Sunday, December 11, 2011

Fakto--Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Sosial Budaya

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA

A . Prinsip-prinsip Komunikasi Sosial Budaya

1. Proses Transaksional

Komunikasi sosial budaya pada prinsipnya adalah sebuah proses transaksional. Dikatakan komunikasi sosial budaya adalah suatu proses,karena komunikasi adalah kegiatan dinamis yang berlangsung secara berkesinambungan. Dalam komunikasi sosial budaya terdapat proses transaksi/tukar menukar sesuatu. Seperti halnya seperti interaksi seorang pedagang dengan pembeli di pasar,sudah jelas bahwa di dalamnya terjadi proses transaksi barang dan jasa. Dalam komunikasi sosial budaya,objek yang ditransaksikan adalah simbol-simbol,gagasan,pesan dari suatu pihak ke pihak lain yang memiliki latar belakang sosial yang berbeda.


2. Komunikasi sosial budaya mempunyai tujuan

Ketika orang melakukan komunikasi tentu memiliki tujuan tertentu. Antara pihak-pihak yang terlibat komunikasi,mungkin memiliki tujuan yang sama,namun pula memiliki tujuan yang berbeda. Ada 2 alasan kita berkomunikasi di suatu masyarakat,yakni alasan kepentingan pribadi dan kepentingan sosial. Untuk memperjuangkan dua kepentingan tersebut mutlak harus ditempuh dengan jalan komunikasi dengan pihak-pihak yang relevan. Lebih spesifik lagi dapat diperjelas,bahwa kita berkomunikasi di masyarakat karena dari mengadakan komunikasi itu kita mengharapkan 2 keuntungan/manfaat yakni manfaat individu dan sosial. Pada tataran manfaat individu,kita pribadi yang akan merasakan manfaatnya. Misalnya kita bisa memupuk hubungan baik dengan orang lain,kita mendapatkan informasi,kita belajar nilai-nilai,kita memperoleh kepercayaan,dll. Sedangkan tataran manfaat sosial,berati manfaat itu tidak hanya kita rasakan sendiri melainkan juga oleh warga masyarakat lain. Misalnya dengan berkomunikasi,para warga dapat menyelesaikan program-program kegiatan di masyarakat,dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghindari terjadi konflik,dll.

3. Komunikasi sosial budaya adalah proses simbolik

Manusia adalah animal symbolcum/hewan yang menggunakan lambang-lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk mengekspresikan gagasan tertentu berdasarkan kesepakatan dalam lingkungan sosial budaya. Misalnya rambu lalu lintas adalah simbol-simbol untuk menginformasikan makna tertentu seperti : jalan menikung,adanya sekolahan,pom bensin,rumah makan, dll. Putri Diana adalah lambang kecantikan, Dasamuka adalah lambang keangkaramurkaan, awan hitam tanda akan turun hujan, tertawa adalah tanda senang sedangkan menangis adalah tanda sedih.


4. Komunikasi berkorelasi dengan harmonis interaksi warga masyarakat

Banyak ahli komunikasi yang memiliki kesamaan pandangan mengenai hubungan antara proses komunikasi sosial budaya dan keharmonisan interaksi antar warga dalam masyarakat. Mereka bersepakat bahwa komunikasi dan keberhasilan membina hubungan harmonis,berkorelasi secara signifikan. Memperbaiki komunikasi sosial budaya berarti memperbaiki harmonisasi interaksi warga pada masyarakat tertentu.

5. Komunikasi sosial budaya adalah paket isyarat

Perilaku komunikasi sosial buadya apakah itu melibatkan pesan verbal, maupun isyarat nonverbal/kombinasi dari keduanya,biasanya terjadi dalam paket. Biasanya,perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu.

6. Komunikasi sosial budaya adalah proses penyesuaian

Sebagian dari seni komunikasi sosial budaya adalah mengidentifikasi sistem isyarat orang lain,mengenali bagaimana isyarat-isyarat tersebut digunakan,memahami maknanya,dan melakukan proses penyesuaian yang memerlukan waktu cukup lama dan seringkali membutuhkan kesabaran. Tapi disinilah prinsip komunikasi sosial budaya,bahwa para pelaku mesti saling menyesuaikan dalam penggunaan isyarat agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik.

7. Komunikasi sosial budaya bersifat tak reversibel
Anda dapat membalikkan arah proses beberapa sistem tetentu. Sebagai contoh,anda dapat mengubah air menjadi es dan kemudian mengembalikan es menjadi air. Proses seperti ini dinamakan proses reversibel.

B Faktor-faktor keberhasilan

1 . Faktor Personal
Faktor personal timbul dari dalam diri individu. Bahwa dalam menggapai proses komunikasi sosial budaya,akan dipengaruhi berbagai keadaan yang ada pada diri individu. Secara garis besar faktor personal dibedakan ke dalam 3 kategori,yaitu faktor biologis,psikologis dan sosial budaya.

2 , Faktor situasional
Seringkali dalam melakukan proses komunikasi terjadi distorsi yang disebabkan tidak adanya saling kesepahaman. Faktor yang berpengaruh terhadap sistem pemahaman dan pemaknaan atas lambang dan pesan,bisa datang dari dalam diri ( faktor personal ) maupun dari luar,yakni dari situasi/lingkungan. Faktor situasi ini adalah : faktor ekologis,faktor rancangan dan arsitektural,faktor temporal suasana perilaku,teknologi,faktor sosial,mencakup sistem peran,struktur sosial dan karakteristik sosial individu.

C. Lima hukum komunikasi efektif

1 . Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi sosial budaya yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.

2 . Empathy
Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi/kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Contohnya,janganlah anda melanggar ketertiban dalam suatu antrian. Cobalah anda mencoba merenungkan,tempatkan diri anda pada situasi dan kondisi bila anda sedang antri,tiba-tiba orang yang datang belakangan tetapi langsung mendapat pelayanan di loket. Bagaimana sikap anda ?

3 . Audible
Makna dari audible antara lain : dapat didengarkan atau mengerti dengan baik. Jika empathy berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik,maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.

4 . Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik,maka hukum ke empat yang terkait dengan hal itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterburukan dan transparansi.

5 . Humble
Hukum ke lima dalam membangun komunikasi yang eektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain,biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki.

D . Peranan persepsi

Persepsi merupakan proses internal yang dilalui individu dalm menyeleksi, dan mengatur stimuli yang datang dari luar. Stimuli itu ditangkap oleh indera,dan secara spontan pikiran dan perasaan kita akan memberi makna atas stimuli tersebut. Secara sederhana persepsi dapat dikatakan sebagai proses individu dalam memahami kontak/hubungan dengan dunia sekelilingnya.

3 comments:

  1. postingan ini sangat membantu saya dalam mengerjakan penelitian saya.
    Saya boleh minta info , buku apa yg menjadi sumber dari psotingan ini, agar saya dapat membaca lagi. terima kasih sebelumnya :) taya

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. ia..sama2..
    low ttg komunikasi n kebudayaan, d buku salsa djuarsa sendjaja, dedy mulyana, suranto, lumayan baguz sist..q lupa penulis lainnya, ntar low q inged q kasi tww y..:D

    moga bermanfaat y sist..
    wish u luck..:)

    ReplyDelete