Read Me...!!!

Selamat Datang Bagi Pengunjung Blog Kita Bersama, Semoga Apa Yang Anda Baca Bermafaat Dan Jangan Lupa untuk Menjadi Follower dan Kenalan Dengan ADMIN Blog Ini yaaa...!!! ^_^
Showing posts with label networking. Show all posts
Showing posts with label networking. Show all posts

Wednesday, April 17, 2013

DNS



Apa sich DNS itu?
Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database System yang digunakan sebagai pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain ke IP address., DNS merupakan server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-Nya. Dalam dunia internet, computer berkomuniasi satu sama lain dengan mengenali IP addressnya masing-masing. Tetapi bagi manusia akan sangat tidak efektif untuk menghafalkan semua IP address tersebut, bahkan cenderung tidak mungkin. Manusia lebih mudah menghafal sesuatu dalam bentuk huruf alphabet yang bisa dibaca seperti www.facebook.com, www.google.com, atau www.yahoo.com.
Domain name system (DNS) adalah suatu system yang memungkinkan nama suatu host pasa jaringan computer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarchy.
·       Root level domain                        : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tand titik (.)
·       Top level domain             : kode kategori organisasi atau Negara, misalnya :
-        .com untuk dipakai oleh perusahaan
-        .edu / .ac untuk dipakai oleh perguruan tinggi
-        .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan
-        Selain itu digunakan untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu Negara seperti : .id untuk Indonesia, .au untuk Australia, dan .uk untuk United kingdom/
·       Second level domain        : merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, seperti :
-        microsoft.com
-        youtube.com
-        yahoo.com
-        google.com
-        facebook.com, dan lainnya
Domain name System (DNS) adalah sebuah aplikasi service di internet yang berguna untuk menerjemahkan sebuah domain ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan IP address ke FQDN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet seperti web browser atau email. Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet, DNS juga dapat diimplementasikan ke private network atau internet.

Kelebihan DNS
ü  Mudah, DNS sangat mudah sebab user tidak lagi direpotkan untuk menghafalkan IP address sebuah komputer, cukup hanya mengingat host name.
ü  Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah
ü  Simple, DNS mudah dikonfigurasi oleh admin

Fungsi DNS
Ø  Menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address). Mengkonvers nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP address host yang bersangkutan  untuk dihubungi.
Ø  Kerangka pertautan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal dengan rekod TXT.
Ø  Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain, tepatnya 13 server akar (root server) digunakan untuk seluruh dunia.

Kekurangan DNS
v User tidak dapat menggunakan banyak nama untuk mencari atau nama domain baik di internet maupun di intranet
v DNS tidak mudah untuk diimplementasikan
v DNS tidak konsisten
v DNS tidak bisa membuat banyak nama domain

Cara Kerja DNS
o   Ketika kita request suatu alamat, seperti www.google.com dari host kita (misalnya 10.121.222.54), maka host akan megkontak nama server local untuk menanyakan dimana www.google.com.
o   Nama server (misalnya 10.121.222.54) akan mengirimkan request tersebut ke database local kita. Karena tidak ada, maka nama server akan mengkontak root DNS servernya siapa yang akan memegang domain untuk (.com).
o   Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah : com, net, org, biz, info, name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah : id, uk, us, es, it, ie, fr, etc.
o   Root server yang akan memberi tahu IP address dari server DNS www.google.com. Kemudian server akan mengontak DNS server yang mengelola www.google.com. Kemudian DNS server tersebut akan member tahu IP address dari www.google.com, baru host. (misalnya : 10.121.222.54) akan merequest www.google.com dengan IP address tersebut.
Jenis_Jenis Catatan DNS
Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut :
Ø  A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
Ø  AAAA record atau cataan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat domain 128-bit (untuk IPv6).
Ø  CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-aliaskan memiliki seluruh sub-domain dan rekod DNS seperti aslinya.
Ø  [MX record]]’ atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
Ø  PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut, misalnya www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan 164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama karoniknya : referrals.icann.org.
Ø  NS record atau catatan server nama memetakan nama domain ke dalam satu daftar dari server untuk domain tersebut. Perwakilan bergantung kepada rekod NS.
Ø  SOA record atau catatan otoritas awal (Start Of Authority) mengacu server DNS yang nenyediakan otorisasi infirmasi tentang sebuah domain internet.
Ø  SRV record adalah catatan secara umum.
Ø  Catatan TXT mengizinkan administrator untuk memasukkan data acak ke dalam catatan DNS, catatan ini juga digunakan si spesifikasi Sender Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata adalah untuk menyediakan informasi misalnya catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba misalnya catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

Sunday, February 24, 2013

ERROR CODES FOR INTERNET CONNECTION (ADSL and WIFI modem powered by Telkom Speedy)



Ketika kita menggunakan layanan internet untuk mencari data (browsing), kadang kala kita menemui kode-kode ERROR,




Tidak jarang kita bingung memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan untuk kode-kode ERROR tersebut.

Disini saya jabarkan tentang kode-kode ERROR yang sering kali dijumpai ketika sedang asyik browsing beserta keterangan, permasalahan, dan solusinya.

untuk lebih jelasnya bisa di download disini : ERROR CODES

Semoga bermanfaat..:D

CARA SETTING DNS UNTUK WINDOWS 7



Jika windows yang digunakan adalah windows 7, dan menemukan masalah tanda seru d sebelah kanan bawah icon local area connection atau limited access untuk koneksi internet anda, maka cara setting DNS manualnya adalah sebagai berikut :

1.      Klik menu ‘START’
2.      Pilih menu ‘CONTROL PANEL’



3.      Lalu pilih menu ‘NETWORK AND INTERNET’



4.      Setelah itu pilih menu ‘NETWORK AND SHARING CENTRE’




5.      Lalu lihat di sebelah kiri atas, klik menu ‘ CHANGE ADAPTER SETTING’



6.      Setelah menu ‘LOCAL AREA CONNECTION’ di klik kanan ‘PROPERTIES’



7.      Setelah itu kita pilih ‘INTERNET PROTOCOL VERSI 4’ (double click)




8.      Setelah muncul 2 macam kolom, kita pilih keterangan ‘USE THE FOLLOWING IP ADDRESS’

9.      Selanjutnya kita isikan ip address, subnet mask, dan default gatewaynya manual. untuk isiannya, kita bisa melihatnya di 'COMMAND PROMPT'  dengan mengetikkan 'ipconfig'. untuk IP address nya dapat diubah angka terakhirnya.



10.  Kemudian di kolom ‘USE THE FOLLOWING DNS SERVER’ juga dan kita isi dengan DNS manual. Boleh DNS Google atau Telkom.

11.  Setelah semua kolom terisi , kita klik ‘OK’

12.  Silahkan dilihat tanda serunya lagi di sebelah kanan bawah layar computer

13.  Setelah hilang, silahkan digunakan untuk browsing

selamat mencoba, semoga sukses..:)

CARA SETTING DNS UNTUK WINDOWS XP



Jika anda menggunakan Windows XP, dan menemukan tanda seru warna kuning di sebelah kanan bawah layar komputer anda pada icon local area connection maka cara mensetting DNS adalah sebagai berikut :

1.       Klik menu ‘START’

2.       Pilih menu ‘CONTROL PANEL’



3.       Lalu ‘NETWORK CONNECTION’



4.       Setelah menu ‘LOCAL AREA CONNECTION’ di klik kanan ‘PROPERTIES’



5.       Kita cari menu ‘INTERNET PROTOCOL TCP/IP’ (double click)



6.       Setelah muncul 2 macam kolom, kita pilih keterangan ‘USE THE FOLLOWING IP ADDRESS’




7.       Selanjutnya kita isikan ip address, subnet mask, dan default gateway-nya manual (untuk mengetahui isiannya kita bisa melihat di 'IPCONFIG' di 'COMMAND PROMPT' dengan cara sebagai berikut : 

            - klik menu 'START', lalu 'RUN' ketikkan huruf 'cmd' setelah itu tekan 'ok' atau tombol enter


             - muncul layar hitam, 'COMMAND PROMPT'


              -ketikkan 'ipconfig'



             - lalu tekan 'enter' silahkan dicek yang ipv4 (internet protocol versi 4), setelah itu kita inputkan IP address, subnet mask, dan default gatewaynya sesuai yg ada di command prompt tersebut. IP address nya boleh diubah untuk angka terakhirnya, selain itu tetap.


8.       Kemudian di kolom ‘USE THE FOLLOWING DNS SERVER’ juga dan kita isi dengan DNS manual. Boleh DNS Google atau Telkom.

9.       Setelah semua kolom terisi , kita klik ‘OK’

10.   Silahkan dilihat tanda serunya warna kuningnya lagi di sebelah kanan bawah layar computer

11.   Setelah hilang, silahkan digunakan untuk browsing


Silahkan mencoba, wish you luck..:D

SOLUSI MASALAH ‘SERVER NOT FOUND’ PADA KONEKSI INTERNET



Ketika kita akan mengakses internet menggunakan kabel  LAN atau WIFI, hal yang pertama kita cek pastinya modemnya, lampu indicator modem  sudah menyala  semua, baru kita buka browser dan memulai browsing.
Tapi ternyata ketika kita hendak membuka salah satu web ‘Google’ atau ‘Facebook’ muncul keterangan ‘SERVER NOT FOUND’ pada wall browser. Kita coba untuk ganti browser tetap  ‘SERVER NOT FOUND’.




Dan ketika kita lihat di network adapternya terdapat tanda seru warna kuning  dengan keterangan ‘no internet access’ atau ‘no connectivity’ Jangan panic dulu, hal seperti ini dapat diatasi dengan beberapa cara seperti :

1.      Me-restart modem, jika masih tetap seperti itu maka hal yang perlu kita lakukan adalah :
2.   Disable-Enable Local area connection / wireless network connection, jika masih belum berhasil, maka selanjutnya adalah dengan :
3.      Mensetting DNS manual, DNS bisa menggunakan DNS google(open DNS) atau DNS Telkom Indonesia

Daftar DNS server menurut area  :

1. Open DNS (DNS Google)
a.  Preferred DNS server : 8.8.8.8
b.  Alternate DNS server : 8.8.4.4

2. DNS server untuk area Sumatra :
a. Preferred DNS server : 125.160.10.2
b. Alternate DNS server : 203.130.206.250

3. DNS server untuk area Jakarta dan Jawa Barat :
a. Preferred DNS server : 202.134.0.155
b. Alternate DNS server : 203.130.196.5

4. DNS server untuk area Jawa Tengah dan Yogyakarta :
a. Preferred DNS server : 203.130.208.18
b. Alternate DNS server : 203.130.193.74

5. DNS server untuk area Jawa Timur :
a. Preferred DNS server : 125.160.4.82
b. Alternate DNS server : 202.134.1.10

6. DNS server untuk area Kalimantan :
a. Preferred DNS server : 203.130.209.242
b.  Alternate DNS server : 202.134.1.10

7. DNS server untuk area Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua :
a. Preferred DNS server : 203.130.193.74
b.  Alternate DNS server : 202.134.1.10

Saturday, December 15, 2012

Perbedaan IPV4 dan IPV6



Beberapa perbedaan prinsipil dari IPv4 vs IPv6 :
Ø  Address Space : IPv6 memiliki kapasitas 128 bit, dibandingkan dengan IPv4 yang cuma 32 bit. membuat kapasitas IPv6 jauh lebih besar (2^96 kali lipat dibandingkan dengan IPv4). Saat ini cukup banyak juga orang-orang yang mengatakan bahwa perbedaan kapasitas ini terlalu besar, dan berlebihan. Namun dengan adanya address space yang luar biasa besar itu, maka akan terbuka banyak sekali kemungkinan di masa depan mengenai aplikasi-aplikasi yang bisa dienable (misalnya setiap penduduk dan semua miliknya bisa diberi ip address untuk identifikasi dll.)
Ø  Scope : IPv6 memiliki scope (jangkauan) IP address yang terdefinisi dengan baik, seperti node-local, link-local, site-local, organization-local, global-scope. Scope ini mirip dengan pemakaian private atau global ip address pada IPv4, tetapi jauh lebih fleksibel
Ø  Multicast : Kemampuan pengontrolan multicast IPv6 jauh enak (kalau krupuk namanya crispy dibanding dengan IPv4 dengan adanya scope multicast (di IPv4 tidak ada kemampuan pengontrolan seperti ini)
Ø  Anycast : Ini kemampuan baru IPv6 untuk identifikasi beberapa host dengan sebuah IP address saja. Host yang paling dekat nanti yang akan respon (kalau solusi di IPv4 menggunakan IP address yang sama, routing protocol yang akan menentukan mana yang paling dekat)
Ø  Penyederhanaan format header : header IPv6 lebih simple dibanding dengan IPv4, ada beberapa field yang dihapuskan, sehingga dengan kemampuan yang luar biasa besar, header IPv6 hanya 2x lebih besar daripada IPv4
Ø  Header Options yang fleksibel : field option di IPv6 fleksibel panjangnya, jadi lebih gampang untuk support aplikasi baru di masa depan (yang kita belum tahu sekarang ini)
Ø  Kemampuan QoS lebih baik : IPv6 bisa memberi label pada paket-paket tertentu supaya mendapat perlakukan khusus (misalnya untuk real time traffic)
Ø  Otentikasi dan Privasi : IPv6 memiliki kemampuan builtin untuk otentikasi & privasi. Kalau di IPv4 kita harus tambahkan tunnel IPsec (atau mekanisme tambahan lain) untuk hal ini
Ø  Fungsi lain yang baru di IPv6 : real-time flows, provider selection, host mobility, end-to- end security, auto-configuration, dan auto-reconfiguration. Solusi-solusi ini jika di IPv4 memerlukan banyak cara yang tambal sulam.


Migrasi ke IPv6
Meskipun IPv6 ini banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan IPv4, namun migrasi IPv4 ke IPv6 tidak semudah membalik telapak tangan. Diantara beberapa penyebabnya adalah  :
1.     Kebanyakan aplikasi network masih menggunakan IPv4. Sangat sedikit yang perlu spesifik IPv6, dan baru aplikasi-aplikasi baru saja yang mulai support dual stack (IPv4 dan IPv6 sekaligus)
2.     Kebanyakan network engineer masih familiar dengan IPv4. IPv6 itu seperti dari dunia lain
3.     Internet sudah terlanjur besar dengan IPv4. Migrasi IPv4 ke IPv6 sulit sekali karena memerlukan koordinasi yang baik dari banyak pihak
4.     Beberapa standard IPv6 masih belum selesai. Misalnya sampai sekarang kita belum menemukan kata sepakat tentang mekanisme terbaik untuk dual homing. Dual homing menjadi masalah di IPv6 karena kapasitas address IPv6 yang sangat besar, sehingga kalau orang melakukan dual homing seperti di IPv4, maka akan terjadi masalah besar pada address summarization di routernya (akan diperlukan storage yang luar biasa besar untuk menyimpan ledakan IPv6 address, teknologi CPU & storage masa sekarang belum mampu menanganinya)
5.     Tambal sulam di IPv4 sudah sedemikian banyak dan ternyata bisa berjalan dengan rapi, sehingga nyawa IPv4 yang sudah diprediksi mati beberapa kali, ternyata terus memanjang sampai saat ini. Misalnya, NAT (Network Address Translation) membuat IPv4 yang kehabisan IP address bisa mendayagunakan ip address private.
6.     Belum ada killer application untuk IPv6 (ini jenis aplikasi yang hanya bisa berjalan dg baik di IPv6, sampai sekarang semua aplikasi bisa dijalankan di IPv4 dengan baik)
7.     Tidak ada dorongan yang kuat dari pemerintah maupun dunia bisnis. Jepang termasuk sukses implementasi IPv6 karena pemerintahnya serius sekali mempromosikan IPv6 dengan dukungan biaya R&D dan insentif pengurangan pajak jika orang menggunakan IPv6.


Potensi Killer Application IPv6
Sebetulnya dengan jumlah penduduk diatas 220 juta orang, Indonesia sangat cocok jika cepat mengadopsi IPv6. Dikarenakan beberapa hal seperti :
1.     Menyelesaikan masalah NAT pada service provider besar (seperti provider-provider telepon celular/ADSL/Metro Ethernet yang punya pelanggan ribuan). Banyak aplikasi-aplikasi yang sebenarnya berjalan lebih optimum tanpa NAT (misalnya IP telephony, video surveillance, dll)
2.      Menyelesaikan masalah komunikasi VPN Intranet dan Extranet dengan multiple operator. Saat ini sebuah perusahaan yang terhubung ke beberapa operator harus membuat beberapa situs besarnya sebagai transit, supaya situs-situs kecil bisa saling berbicara. IPv6 menyelesaikan masalah ini dengan sangat mudah
3.     Penduduk Indonesia banyak yang mempunyai KTP ganda. Pemerintah Indonesia belum punya cara membereskan masalah ini. Sekalian saja nanti kalau mau diberesin tiap KTP bisa diberi IP address sbg bagian dari identifikasi penduduk (sekalian mendukung SIN – Single Identity Number). Justru sebenarnya, IPv6 juga potensial untuk Single Identity Number untuk seluruh penduduk di muka bumi ini sekalian dengan binatang peliharaannya.
4.      Jika no 3 tercapai, sebenarnya untuk menghubungi seseorang cukup lewat IPv6 addressnya saja. Tidak perlu mengingat-ingat nomor telepon (kantor/rumah/hp1/hp2/hp3/email/IM/dll)
5.     Khusus untuk pemerintah, jika ingin setiap KTP rakyat ditempeli RFID, sehingga posisi tiap penduduk langsung diketahui secara lebih pasti. Salah satu aplikasinya mungkin dengan mengatur lalulintas di kota-kota rawan macet, sehingga kemacetan jauh dikurangi. Nah, kombinasi RFID dengan IPv6 sangat pas, karena dengan kombinasi ini kita bisa membuat big screen dengan gambar-gambar pergerakan penduduk. Jika ada permasalahan, kita bisa telnet atau ping orang itu.